Rembang — Perayaan Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097 menjadi momentum untuk kembali mendekatkan masyarakat dengan seni, budaya, kearifan lokal, serta sejarah daerah.
Rangkaian kegiatan yang menghadirkan unsur kebudayaan mendapat perhatian dari Ketua Lesbumi MWCNU Rembang, Gus Zainul. Ia menilai, kemeriahan hari jadi memiliki makna lebih luas ketika mampu menghadirkan pengetahuan sekaligus menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap warisan budaya.
Menurut Gus Zainul, seni dan budaya tidak semestinya ditempatkan hanya sebagai pelengkap acara atau hiburan. Berbagai tradisi dan karya budaya dapat menjadi media untuk mengenalkan perjalanan sejarah suatu daerah kepada masyarakat, terutama kalangan generasi muda.
“Saya mengapresiasi rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097. Banyak kegiatan yang mengangkat seni budaya, kearifan lokal, sekaligus memberikan edukasi sejarah kepada masyarakat. Ini sangat penting, terutama bagi generasi muda,” ujar Gus Zainul.
Ia berpandangan bahwa pengenalan budaya kepada generasi muda membutuhkan ruang yang menarik dan mudah diterima. Kegiatan yang memadukan unsur seni, tradisi, dan sejarah dinilai dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan lokal secara lebih dekat kepada masyarakat.
Selain itu, keberadaan kearifan lokal juga menjadi bagian dari identitas masyarakat yang perlu dijaga keberlangsungannya. Warisan tersebut tidak hanya menyimpan nilai estetika, tetapi juga memuat cerita, nilai sosial, dan perjalanan masyarakat dari masa ke masa.
Karena itu, Gus Zainul berharap semangat yang muncul dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Pasuruan ke-1097 dapat terus dilanjutkan melalui berbagai kegiatan kebudayaan di tengah masyarakat.
Menurutnya, keberlanjutan pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan lintas generasi. Generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga perlu diberi kesempatan untuk mengenal, memahami, dan ikut menjaga warisan budaya daerah.
“Budaya jangan hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan sejarah dan jati diri daerah,” pungkasnya.






