PERISTIWA, Mediapasuruan.com — Nama Achmad Zulfan Abida kini tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pasuruan. Sosok muda ini resmi mencalonkan diri sebagai Ketua Pengurus Cabang (PC) PMII Pasuruan, membawa semangat baru untuk meneguhkan arah gerakan mahasiswa Islam yang progresif, kritis, dan berakar pada nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.
Latar belakang organisasi dan perjalanan panjang Zulfan di tubuh PMII menjadi bukti nyata bahwa dirinya bukan sosok instan. Ia memulai kiprah organisasinya sejak duduk di bangku kuliah dengan menjadi anggota Senat Fakultas pada tahun 2020. Dari ruang akademik itulah ia mengasah kemampuan berpikir, berdiskusi, serta menyerap dinamika kepemimpinan mahasiswa secara langsung.
Kariernya di PMII terus menanjak ketika ia dipercaya menjadi Wakil Ketua I Komisariat Merdeka pada periode 2021–2022. Di posisi ini, Zulfan dikenal sebagai figur yang disiplin, komunikatif, dan mampu menjembatani berbagai gagasan antar kader. Kepemimpinannya yang terbuka dan solutif membuatnya kembali dipercaya untuk melanjutkan jabatan yang sama di periode 2022–2023, sebuah bentuk kepercayaan dari rekan-rekan seperjuangannya di Komisariat Merdeka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tak berhenti di lingkungan kampus dan organisasi mahasiswa, Zulfan juga aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia terlibat di Ikatan Pemuda Lekok, wadah kepemudaan di daerah asalnya yang berfokus pada pemberdayaan generasi muda dan pengembangan masyarakat pesisir. Keterlibatan ini menunjukkan bahwa gerak Zulfan tidak berhenti di lingkar intelektual kampus, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, terutama kalangan muda di akar rumput.
Dengan kombinasi pengalaman organisasi, kedekatan sosial, dan semangat pergerakan, Achmad Zulfan Abida hadir sebagai representasi kader PMII yang lahir dari proses, bukan pencitraan. Ia dikenal luas memiliki komitmen untuk mendorong transformasi digital organisasi, memperkuat kaderisasi berbasis nilai dan data, serta memperluas peran PMII dalam advokasi sosial dan pemberdayaan ekonomi kader di tingkat lokal.
Bagi Zulfan, PMII bukan sekadar tempat berproses, melainkan rumah ideologis yang membentuk cara pandangnya terhadap bangsa dan umat. “Pergerakan harus berakar pada realitas sosial, tapi juga mampu menjangkau masa depan dengan visi digital dan kemandirian kader,” begitu salah satu pandangan yang kerap ia sampaikan dalam berbagai forum diskusi.
Kini, menjelang Konfercab XXIII PMII Pasuruan, nama Achmad Zulfan Abida menjadi simbol dari harapan akan lahirnya generasi baru pemimpin PMII yang berpikir maju, bekerja konkret, dan tetap berakar pada nilai-nilai pergerakan Aswaja. Dengan rekam jejak yang matang dan komitmen kuat terhadap gerakan, Zulfan menjadi figur muda yang layak diperhitungkan untuk membawa PMII Pasuruan menuju babak baru: lebih progresif, inklusif, dan responsif terhadap perubahan zaman.






