Bluk Gebluk Khas Rembang Dipentaskan dalam Festival, Disbudpar Pasuruan Dorong Jadi Warisan Budaya - Media Pasuruan

Bluk Gebluk Khas Rembang Dipentaskan dalam Festival, Disbudpar Pasuruan Dorong Jadi Warisan Budaya

- Redaksi

Minggu, 8 Maret 2026 - 09:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rambang – Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Pasuruan di bulan suci Ramadhan 1447 Hijjiriah menggelar festival Bluk Gebluk berlangsung di Pondok Pesantren Roudlotul Hamdi Desa Rembang, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan. Sabtu, (7/3/2026) malam.

Kegiatan ini, dihadiri oleh Sekretaris Bidang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Nurul Puspitaningrum, S.IP., M.M, Camat Rembang, Yudianto, SH., M.M, Ketua Lesbumi MWC NU Kecamatan Rembang, Zainul Arifin, S.Pd.I., Pemilik Pondok Pesantren Roudlotul Hamdi.

Hadir pula dari Kepala Desa Rembang, Kapolsek, Perwakilan Danramil, dan para tokoh-tokoh para Ulama, serta 28 peserta festival Bluk Gebluk terutama yang berada di wilayah Kecamatan Rembang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perlu diketahui bersama, bahwa Bluk Gebluk hanya memakai sebuah bantal tersebut, merupakan kesenian khas tradisional yang berasal dari Desa Rembang, Kecamatan Rembang. Dimana jaman dulu Para Ulama-Ulama menggunakannya untuk melakukan penyebaran agama Islam.

Kegiatan yang dilakukan ini, guna dalam penguatan dan pelestarian Bluk Gebluk sebagai identitas budaya masyarakat menuju penetapan. Sebagai warisan tak budaya tak benda. Bertemakan “Merawat Budaya, Menggerakkan Pariwisata”.

Dalam sambutannya, Sekretaris Bidang Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan, Nurul Puspitaningrum, S.IP., M.M, mengatakan, bahwa dalam kegiatan yang berlangsung sangat didukung sampai dalam segi pembiayaan acara tersebut.

“Kegiatan ini didukung serta untuk Pembiayaan juga berasal dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Hari ini, kita di Pesantren Roudhotul Ngamdi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan dan kami sangat berterimakasih,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, jika tahun depan jika ada dukungan anggaran, pasti akan menyelenggarakan kembali dengan semaksimal mungkin.

“Terimakasih, saya mewakili Dinas Kebudayaan dan Pariwisata selaku Panitia juga, menyampaikan mohon maaf kalau ada kurang lebihnya dan berkenannya dalam pelayanan,” lanjutnya.

Sementara ditempat sama, Camat Rembang, Yudianto, SH., M.M menyampaikan, terimakasih dan sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan Bluk Gebluk yang berlangsung tersebut.

“Saya berterimakasih bisa hadir dalam kesempatan ini. Hanya dengan alat bantu bantal yang dipukul-pukul itu sangat mantab dan luar biasa sekali. Kemudian, saya kira ini hal yang sangat baik dan patut dilestarikan oleh semuanya,” terangnya.

“Terimakasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Harapan kami, mungkin tahun kedepan tidak hanya festival ini sebagai tingkat di Kecamatan Rembang saja. Mungkin dari Kecamatan-Kecamatan lain diikut sertakan, tapi tetap tuan rumahnya di Kecamatan Rembang,” harapnya.

Dikesempatan itu juga, Ketua Lesbumi MWC NU Kecamatan Rembang, Zainul Arifin, S.Pd.I, sangat berterimakasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan yang telah memberikan kepercayaan penuh sebagai tuan rumah dalam kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan terimakasih banyak kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan. Dimana sudah memberikan kepercayaan dan memilih Pondok Pesantren Roudlotul Hamdi sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan kegiatan festival Bluk Gebluk ini.” Tutupnya.

Kegiatan ini, ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang festival Bluk Gebluk dan pemberitaan door prize diakhiri dengan do’a. Selama kegiatan berjalan aman, lancar, tertib, khidmat dan kondusif.

Berita Terkait

Purwosari Carnival 2025, Pesta Budaya Yang Jadi Magnet Wisata Sekaligus Wujud Nyata Dukung Asta Cita Ketahanan Pangan Presiden Prabowo
HUT Kumparaya Ke-4, Dinas Koperasi Siap Kolaborasi Angkat UMKM Pasuruan di Ajang Nasional
Sambut PORPROV ke-IX 2025 Di Malang Raya, Forum Malang Jurnalis Hadirkan Pasar Kangen Malang Djadoel 2
Tradisi Ogoh-Ogoh di Tosari: Wujud Harmoni Antarumat Beragama
Belanja Gratis Dari Bumdes Candi Berkah Jadi Solusi Ekonomi Warga Desa Candibinangun Sukorejo
Intelegensia Pelajar Sebagai Equilibrium Kemajuan Organisasi Berkelanjutan
Fenomena Bagi-Bagi Takjil di Indonesia: Tradisi Ramadhan yang Penuh Makna
Diskusi Bareng Fahrizal Muhammad dan Andri Firmansyah Di Podcast ‘Suara Generasi Muda’ : Mengupas Peran Dan Tantangan Pemuda
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 29 September 2025 - 00:50 WIB

Purwosari Carnival 2025, Pesta Budaya Yang Jadi Magnet Wisata Sekaligus Wujud Nyata Dukung Asta Cita Ketahanan Pangan Presiden Prabowo

Sabtu, 26 Juli 2025 - 11:40 WIB

HUT Kumparaya Ke-4, Dinas Koperasi Siap Kolaborasi Angkat UMKM Pasuruan di Ajang Nasional

Jumat, 20 Juni 2025 - 18:57 WIB

Sambut PORPROV ke-IX 2025 Di Malang Raya, Forum Malang Jurnalis Hadirkan Pasar Kangen Malang Djadoel 2

Sabtu, 29 Maret 2025 - 15:09 WIB

Tradisi Ogoh-Ogoh di Tosari: Wujud Harmoni Antarumat Beragama

Kamis, 20 Maret 2025 - 11:48 WIB

Belanja Gratis Dari Bumdes Candi Berkah Jadi Solusi Ekonomi Warga Desa Candibinangun Sukorejo

Rabu, 12 Maret 2025 - 00:43 WIB

Intelegensia Pelajar Sebagai Equilibrium Kemajuan Organisasi Berkelanjutan

Selasa, 11 Maret 2025 - 18:28 WIB

Fenomena Bagi-Bagi Takjil di Indonesia: Tradisi Ramadhan yang Penuh Makna

Senin, 10 Februari 2025 - 03:11 WIB

Diskusi Bareng Fahrizal Muhammad dan Andri Firmansyah Di Podcast ‘Suara Generasi Muda’ : Mengupas Peran Dan Tantangan Pemuda

Berita Terbaru