BANGIL, Mediapasuruan.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan, Dra. Hj. Anisah Syakur melakukan kunjungan kerja ke Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Bangil, Selasa (17/2/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kesiapan sarana dan prasarana rutan dalam mendukung pelaksanaan ibadah puasa bagi warga binaan. Dalam dialog bersama pihak pengelola rutan, Dra. Hj. Anisah Syakur menyoroti pentingnya pelayanan berbasis kemanusiaan serta pemenuhan hak-hak dasar warga binaan selama menjalankan ibadah di bulan suci.
“Sebagai wakil rakyat dan anggota Komisi XIII DPR RI yang membidangi pemasyarakatan serta hak asasi manusia, saya ingin memastikan bahwa menjelang Ramadhan ini seluruh hak warga binaan benar-benar diperhatikan. Mereka memang sedang menjalani proses hukum, tetapi hak untuk beribadah, hak atas kesehatan, dan hak atas pelayanan yang layak tetap harus dipenuhi,” ujar Dra. Hj. Anisah Syakur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh abai terhadap kondisi warga binaan, terlebih dalam momentum keagamaan yang sangat penting seperti Ramadhan. Menurutnya, bulan suci adalah waktu yang tepat untuk memperkuat pembinaan spiritual dan memperbaiki sistem pelayanan di dalam rutan.
“Ramadhan adalah kesempatan untuk memperbaiki diri. Kita semua berharap warga binaan dapat memanfaatkan bulan suci ini sebagai momentum hijrah menuju kehidupan yang lebih baik. Namun momentum itu tidak akan maksimal jika fasilitas dan pelayanan tidak mendukung,” tegasnya.
Dra. Hj. Anisah Syakur juga menyampaikan bahwa kesiapan sarana ibadah menjadi hal yang harus diprioritaskan. Ia meminta agar ruang ibadah dalam kondisi bersih dan layak, kegiatan keagamaan seperti pengajian dan tadarus difasilitasi dengan baik, serta pembinaan rohani diperkuat selama Ramadhan.
“Saya ingin memastikan bahwa warga binaan dapat menjalankan shalat tarawih, tadarus, dan kegiatan ibadah lainnya dengan nyaman. Pembinaan spiritual adalah bagian penting dari proses pemasyarakatan. Dari sanalah perubahan karakter dan kesadaran diri tumbuh,” ungkapnya.
Selain aspek spiritual, ia juga menekankan pentingnya kesiapan logistik selama Ramadhan, terutama terkait makanan sahur dan berbuka puasa serta layanan kesehatan.
“Kualitas makanan sahur dan berbuka harus diperhatikan. Gizi dan kebersihannya harus terjamin karena ini berkaitan langsung dengan kesehatan warga binaan. Pelayanan kesehatan juga harus siaga, sebab menjalankan ibadah puasa membutuhkan kondisi fisik yang baik,” jelasnya.
Menurut Dra. Hj. Anisah Syakur, sistem pemasyarakatan yang baik adalah sistem yang tidak hanya menekankan aspek hukuman, tetapi juga pembinaan dan pemulihan.
“Kita ingin rutan menjadi tempat pembinaan yang benar-benar humanis dan berorientasi pada perubahan. Jangan sampai warga binaan merasa terabaikan. Justru di tempat inilah mereka harus dibimbing, diperkuat mental dan spiritualnya, agar ketika kembali ke masyarakat nanti mereka siap menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pengelola rutan untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum evaluasi bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Saya berharap Ramadhan tahun ini membawa keberkahan bagi seluruh warga binaan dan petugas rutan. Mari kita jadikan bulan suci ini sebagai ruang perenungan dan komitmen untuk memperbaiki sistem pelayanan yang lebih adil, manusiawi, dan bermartabat,” pungkas Dra. Hj. Anisah Syakur.






