REMBANG, Mediapasuruan.com – Ketegangan internal organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama kembali mencuat. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Rembang secara terbuka memberikan “rapor merah” kepada Abdul Rojak Ketua PC GP Ansor Bangil atas sejumlah persoalan yang dinilai menghambat jalannya organisasi.
Ketua PAC GP Ansor Rembang, Mas’ud Wahyudi, menyampaikan bahwa kritik tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, ada beberapa persoalan mendasar yang selama ini dirasakan langsung oleh struktur PAC di tingkat kecamatan.
Mas’ud menegaskan bahwa persoalan pertama adalah tidak adanya koordinasi yang jelas antara pengurus cabang dan pengurus anak cabang. Kondisi tersebut dinilai membuat program organisasi berjalan tidak terarah dan minim komunikasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Selama ini kami melihat komunikasi antara PC dan PAC sangat lemah. Banyak agenda organisasi yang berjalan tanpa koordinasi yang jelas. Padahal dalam struktur organisasi, sinergi antara cabang dan PAC itu menjadi kunci agar gerakan Ansor tetap solid dan terarah,” tegas Mas’ud Wahyudi.
Persoalan kedua yang menjadi sorotan adalah terlambatnya penerbitan sertifikat kaderisasi bagi para kader yang telah mengikuti kegiatan kaderisasi resmi. Mas’ud menyebut keterlambatan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan membuat para kader merasa tidak mendapatkan kepastian administrasi organisasi.
“Banyak kader yang sudah mengikuti proses kaderisasi secara resmi, tetapi sertifikatnya molor terlalu lama. Ini bukan hanya soal administrasi, tapi juga menyangkut penghargaan terhadap proses kaderisasi yang sudah mereka jalani,” ujarnya.
Selain dua persoalan tersebut, PAC GP Ansor Rembang juga menyoroti minimnya perhatian PC terhadap dinamika dan kebutuhan PAC di tingkat bawah. Menurut Mas’ud, kondisi tersebut membuat kader di tingkat akar rumput merasa berjalan sendiri tanpa dukungan struktural yang kuat.
Ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan PAC GP Ansor Rembang bukanlah bentuk perlawanan terhadap organisasi, melainkan bentuk kepedulian agar roda organisasi bisa kembali berjalan dengan baik.
“Kami menyampaikan ini secara terbuka karena kami ingin organisasi ini tetap sehat. Ansor adalah rumah besar kader muda Nahdlatul Ulama. Kalau ada yang tidak berjalan baik, maka harus berani disampaikan secara jujur agar segera dibenahi,” kata Mas’ud Wahyudi.
Mas’ud berharap ke depan PC GP Ansor Bangil dapat memperbaiki pola komunikasi, mempercepat penyelesaian administrasi kaderisasi, serta membangun koordinasi yang lebih solid dengan PAC. Dengan begitu, menurutnya, gerakan Ansor di tingkat kecamatan dapat kembali berjalan lebih kuat dan terorganisir.
“Harapan kami sederhana, yaitu organisasi ini kembali berjalan sesuai mekanisme dan semangat kaderisasi yang selama ini menjadi ruh dari GP Ansor,” pungkasnya.






